preload

jin

Published in:
Jin berasal dari kata Janna ( جن ) yang artinya menutupi / Tersembunyi, sebagai mana terdapat pada beberapa ayat Al Qur'an. Dalam surat At Tanzil dikatakan yang artinya telah menutupi. Dari sinilah kata jin terbentuk, dikarenakan tertutup dan tersembunyinya mereka dari pandangan manusia. Oleh karena itu bayi yang dikandung didalam perut ibu dinamakan janin, karena tertutup dari pandangan manusia.


As Syibli mengatakan, bahwa Ibnu Duraid berkata:"Bahwa jin berbeda dengan manusia. Bila dikatakan Jannahu al lailu, wal ajannahu, wa janna 'alaihi, wa ghathahu maknanya satu yaitu menutupi. Segala suatu yang tertutup dari pandangan anda dikatakan janna 'anka. Dan dari sini terbentuklah kata jin. Orang-orang jahiliyah jaman dalu meyebut para malaikat sebagai jin karena tertutupnya mereka dari pandangan mata.Namun Jin dapat di artikan sebagai makhluk Allah yg mempunyai kemampuan mengubah diri dengan berbagai bentuk namun kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta'ala, dan amat mungkin bagi mereka melakukan penampakan, sehingga kita dapat melihatnya dalam wujud yang bukan aslinya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيْلُهُ مِنْ حَيْثُ لاَ تَرَوْنَهُمْ
“Sesungguhnya ia (setan) dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka.” (Al-A’raf: 27)
Penggambaran Tentang Jin

Jin memiliki roh dan jasad. Dalam hal ini,Syaikhuna Muqbil bin Hadi rahimahullahu mengatakan: “Jin memiliki roh dan jasad. Hanya saja mereka dapat berubah-ubah bentuk dan menyerupai sosok tertentu, serta mereka bisa masuk dari tempat manapun. Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kepada kita agar menutup pintu-pintu sembari beliau mengatakan: ‘Sesungguhnya setan tidak dapat membuka yang tertutup’. Beliau memerintahkan agar kita menutup bejana-bejana dan menyebut nama Allah Subhanahu wa Ta'ala atasnya. Demikian pula bila seseorang masuk ke rumahnya kemudian membaca bismillah, maka setan mengatakan: ‘Tidak ada kesempatan menginap’. Jika seseorang makan dan mengucapkan bismillah, maka setan berkata: ‘Tidak ada kesempatan menginap dan bersantap malam’.” (Nashihatii li Ahlis Sunnah Minal Jin)

Jin bisa berujud seperti manusia dan binatang. Dapat berupa ular dan kalajengking, juga dalam wujud unta, sapi, kambing, kuda, bighal, keledai dan juga burung. Serta bisa berujud Bani Adam seperti waktu setan mendatangi kaum musyrikin dalam bentuk Suraqah bin Malik kala mereka
  • 0 komentar:

    • Posting Komentar

About Me